Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Selasa, 24 Agustus 2021

5 Obat untuk Pasien Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Dirangkum Oleh SehatQ



Dua tahun terakhir
artikel kesehatan mengenai Covid-19 paling banyak dicari dan dibaca di seluruh dunia. Tentu saja, hal ini tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang masih belum usai. Bukan hanya melanda satu dua negara, tapi di seluruh negara.

Dapat dikatakan bahwa virus Corona tidak pandang bulu, siapa saja bisa terkena, bahkan yang terlihat sehat sekalipun. Penanganan pasien Covid-19 tidak selalu harus dirawat di rumah sakit, untuk kasus penderita tanpa gejala hanya perlu melakukan isolasi mandiri alias isoman.

Namun, melakukan isoman juga tidak mudah. Bukan hanya harus berjauhan dari orang lain, tapi juga harus selalu memperhatikan kesehatan, mulai dari asupan makanan, berolahraga, berjaga-jaga apabila ada indikasi gejala hingga mengonsumsi obat yang diresepkan dokter.

Obat untuk Isoman Pasien Covid-19

Obat yang diberikan kepada pasien Covid-19 tidak selalu sama, terkadang ada yang hanya dianjurkan mengonsumsi vitamin C, tapi ada pula yang harus mengonsumsi beberapa obat sekaligus. Hal ini tergantung dari tingkat gejala yang ditunjukkan pasien. Berikut adalah beberapa obat Covid-19 yang digunakan di Indonesia.

1. Paracetamol

Obat satu ini sudah dikenal lama di Indonesia dan dijual dengan bebas. Paracetamol memiliki fungsi utama sebagai pereda nyeri dan penurun demam. Apabila pasien mengeluhkan demam, sakit kepala, dan nyeri otot, maka obat ini akan diberikan. Dosisnya adalah 500mg 3 hingga 4 kali sehari dan hanya digunakan untuk pasien Covid-19 gejala ringan.

Paracetamol dapat ditemukan dengan mudah di apotek dan toko obat, tapi untuk mengonsumsinya diperlukan resep dokter, terutama untuk pasien dalam keadaan isolasi mandiri.

2. Azithromycin

Antibiotik lainnya yang digunakan untuk pasien isolasi mandiri adalah Azithromycin. Biasanya, obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dalam tubuh. Misalnya, infeksi saluran kemih, saluran pernapasan, telinga, mata, dan kulit.

Di artikel kesehatan SehatQ pernah dibahas mengenai obat satu ini. Fungsi utamanya bukan untuk membasmi virus Corona, tapi mencegah risiko komplikasi dan infeksi bakteri. Obat ini hanya digunakan untuk gejala ringan agar pasien tidak mengalami pneumonia atau sepsi. Dosisnya 500mg 1 kali sehari selama 5 hari saja.

3. Oseltamivir

Selain antibiotik, obat yang direkomendasikan untuk pasien isoman adalah antivirus yang mengatasi virus influenza tipe A dan B, yaitu oseltamivir. Meskipun masih diteliti apakah obat ini mampu mengatasi Covid-19 atau tidak, tapi penggunaannya sudah banyak dilakukan, khususnya untuk pasien dengan gejala influenza.

Untuk dosisnya digunakan dosis kecil karena hanya diberikan pada pasien dengan gejala ringan. Pasien dapat mengonsumsi 75mg 2 kali sehari atau setiap 12 jam sekali, maksimal selama 1 minggu.

4. Favipiravir

Selanjutnya ada obat antivirus influenza lainnya, yaitu favipiravir yang sudah terbukti efektif untuk percepatan pemulihan pasien Covid-19. Obat ini diberikan pada pasien yang punya gejala ringan hingga sedan dan memiliki penyakit penyerta. Dosisnya hari pertama dikonsumsi sebanyak 8 tablet (1600mg) setiap 12 jam. Lalu hari kedua 3-4 tablet (mak. 800 mg) setiap 12 jam dan dikonsumsi hingga hari ke-5.

5. Ivermektin

Selanjutnya adalah ivermectin, meskipun obat ini masih diperdebatkan sebagai obat Covid-19, tapi sudah banyak negara menggunakannya. Di Indonesia memang belum direkomendasikan, tapi obat anti-parasit ini sudah membantu penyembuhan banyak pasien. Untuk dosis tergantung dari masing-masing dokter dan kondisi pasien.

Penggunaan obat Covid-19 sebagai pembantu pemulihan kesehatan pasien isoman sangat tergantung dari gejala yang dialami dan rekomendasi dokter. Ingin tahu lebih banyak mengenai informasi Covid-19 dan artikel kesehatan lainnya, termasuk mengenai obat Ivermectin yang kontroversial, Anda bisa mengunjungi laman SehatQ. Berbagai informasi kesehatan, obat, penyakit, dan berbagai tips sehat bisa Anda dapatkan.

 

Sumber:

1. https://www.modalrakyat.id/blog/alasan-muda-butuh-asuransi-kesehatan

2. https://id.wikipedia.org/wiki/Ivermektin

3. https://www.alodokter.com/ini-dosis-harian-obat-selama-isolasi-mandiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar